Wisuda, Hari yang Buruk?

Hari ini gw wisuda. Hari yang bagi banyak orang merupakan hari kebahagiaan, kebanggaan, kelegaan, dsb karena mereka lulus. Tapi bagi gw, itu adalah hari kesedihan. Hari kekecewaan. Hari penyesalan. Hari yang nggak pengen gw inget-inget lagi selama hidup gw (ya, ya, gw tau itu ga mungkin, ga usah dibahas). Kenapa? Karena gw wisuda terlambat. Yap, bener, gw ini bodoh. Malas. Dan tidak beruntung. Jadi gw baru lulus sekarang, padahal seharusnya gw “udah lulus”, bukan “baru wisuda”. Gw menghabiskan waktu empat setengah tahun untuk lulus dari universitas.

Memalukan. Menyedihkan. Me… … … gw bingung harus mendeskripsikannya dengan kata apa lagi. Gw lulus terlambat setengah tahun dibandingkan dengan temen-temen seangkatan gw. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa gw masuk sekolahnya terlambat satu tahun. Gw udah tua. Tapi belom bisa apa-apa. Lulus dengan nilai pas-pasan. Bahkan gw merasa keberadaan gw saat ini nggak diakui oleh temen-temen seangkatan gw.

Karena semua hal itu, tadi gw berangkat sendirian ke upacara wisuda, di tengah cuaca yang tak menentu… dan hari ini seharusnya adalah hari yang sangat panas, karena matahari bersinar sangat terik nyaris sepanjang siang. Bahkan ga cuma satu atau dua orang yang pasang status di messenger, mengeluh tentang panasnya hari ini. Tapi, di perjalanan itu gw merasa… dingin. Gw merasa… sendiri. Tertinggal. Gw ga bisa merayakannya bersama-sama dengan temen-temen gw, karena bagi mereka kelulusan = past tense.

Jadi, hari ini gw cuma mau bilang, buat kalian yang masih sekolah, kuliah, dsb… belajarlah dengan giat kalo kalian ga mau memperoleh penyesalan seumur hidup seperti gw. Terutama kalo kalian orang yang melankolis, pasti tersiksa. Believe me.

Sekarang, gw harus melihat ke depan. Gw udah diberi kesempatan satu kali lagi, sampai bulan Mei-Juni tahun depan, untuk memperbaiki kesalahan gw dan mengejar ketertinggalan gw (うまくいきますように!). Maaf kalo gw menjadikan suatu curhatan sebagai topik utama postingan ini… tapi dengan ini gw berharap ada yang bisa belajar dari kesalahan gw… otherwise gw ga akan membuat postingan yang akan memalukan diri sendiri gw bukan?

Firefox Download Day 2008

Hari ini adalah “Firefox Download Day 2008″. Apa yang terjadi? Berikut kisah saya…

Menurut timeanddate.com, Firefox Download Day 2008 dimulai pada hari Rabu, 18 Juni 2008 tepat tengah malam waktu Jakarta (GMT+07.00). Hari Selasa malam kemarin (17 Juni 2008) saya begitu keasyikan chatting bersama seorang teman, tanpa menyadari bahwa hari telah berganti. Begitu pembicaraan selesai, saya kemudian teringat kembali mengenai Download Day ini, dan mencoba membuka situs browser kebanggaan Mozilla tersebut. Namun apa yang terjadi? Yap, sesuai dengan yang sudah diprediksi, situs ini menjadi sangat lambat untuk diakses. Hahaha.

Pertama saya mencoba membuka
http://firefox.com/
ternyata saya di-redirect ke
http://www.mozilla.com/en-US/outages.html
yang isinya hanya:
Http/1.1 Service Unavailable
Wah kok unavailable?

Kemudian saya mencoba membuka halamannya langsung tanpa melalui firefox.com yaitu
http://www.mozilla.com/en-US/firefox/
yang terlihat hanya tulisan:
<<<<<<< .mine =======
dengan highlight berwarna biru.
Tampilannya begini doang nih...?

Saya mencoba untuk memastikan bahwa kesalahan bukan berada pada komputer/koneksi Internet yang saya gunakan, sehingga saya mencoba untuk membuka beberapa situs lain, dan hasilnya adalah semua situs tersebut dapat dibuka dengan cepat dan sempurna (tanpa ada error). Situs-situs tersebut yaitu:
Link international saya nggak mati!
Link international saya nggak mati!
Link international saya nggak mati!
Link international saya nggak mati!
Dengan pengecualian, image pada bagian kanan atas blog saya sendiri, yang notabene diambil langsung dari spreadfirefox.com, yang ternyata tidak bisa loading hingga selesai.

Menurut saya, Mozilla telah berusaha memecahkan rekor pada Guiness Book of World Record tanpa persiapan yang matang pada servernya. Akhirnya setelah ditunggu beberapa menit, halaman utama ‘Firefox baru’ terlihat juga, walaupun tetap dengan sedikit error berupa tulisan “<<<<<<< .mine ======= >>>>>>> .r15918″ pada headernya.
Sedikit error pada header

Yah, setidaknya sudah ada tampilan, walaupun dengan error yang minor. Saya pun segera meng-klik button “Free Download”.
Nunggu open/save dialog box lama banget, padahal title-nya udah berubah tuh

Karena loading saat membuka halaman pada screenshot di atas (lagi-lagi karena servernya lemot) sangat lama, saya mencoba membuka kembali situs pada tab pertama tadi yaitu firefox.com, namun hasilnya masih tetap sama:
Http/1.1 Service Unavailable
Service Unavailable

Lalu, akhirnya muncul juga dialog box untuk pilihan save dari tab kedua tadi.
Firefox 2.0.0.14 open/save dialog box

Namun saya kaget karena yang saya download ternyata adalah Firefox 2.0.0.14 (lihat screenshot di atas), yang kalau diperhatikan lagi, ternyata memang itu yang tertulis pada button “Free Download” tersebut. Apa maksudnya ini? Apakah ini berarti Mozilla sebenarnya belum siap untuk me-release Firefox 3? Dapatkah ini dikategorikan sebagai penipuan?

Download sudah berjalan, namun kecepatannya tidak memuaskan. Dapat dilihat pada screenshot berikut, download hanya berjalan pada kecepatan sekitar 24 KBps.
Firefox 2.0.0.14 download speed

Sekitar pukul 1.53 AM, download Firefox 2.0.0.14 ini akhirnya selesai.
Firefox 2.0.0.14 download finished

Karena saya penasaran mengenai versi Firefox ini, saya melihat file info yang ada pada caption (atau file – properties), ternyata tulisannya malah versi 4.42.0.0 seperti terlihat di bawah ini.
Firefox 2.0.0.14 installer info

Sekedar info saja, saya telah menggunakan Firefox 3 sejak-entah-kapan (mungkin beberapa hari yang lalu), karena sejak awal saya sudah menggunakan auto-update untuk Firefox 3 beta yang telah saya gunakan cukup lama. Saya men-download Firefox ini hanya karena sudah ‘terlanjur’ janji (pledge) pada spreadfirefox.com beberapa hari yang lalu. Dengan kata lain, tanpa adanya pledge itu saya tentunya tidak akan men-download installer yang ternyata hanya Firefox versi 2.0.0.14 ini (Untuk apa? Toh jika saya meng-install package yang baru saja saya download ini, maka yang terjadi adalah downgrade. Hell no! Gak penting banget!). Apalagi sejak siang saya sudah dibuat kesal dengan tidak adanya informasi mengenai “24 jam” atau “1 hari” yang dimaksud pada hari Selasa, 17 Juni 2008. Sebelumnya saya berasumsi 24 jam yang digunakan adalah mulai dari 00:00:00 sampai 23:59:59 hari Selasa tersebut, menurut waktu GMT. Ternyata 1 hari yang dimaksud dimulai dari “Tuesday, June 17, 2008 at 10:00 AM San Francisco time”. WTF??? Berarti download day Firefox itu menjadi 2 hari, yaitu tanggal 17 DAN 18 Juni 2008, karena sekalipun menggunakan standar waktu Amerika, download day ini akan berakhir pada tanggal 18 Juni 2008 pukul 09:59:59 AM waktu setempat. Dengan kata lain, seharusnya tidak dinamakan “Firefox Download Day 2008″ melainkan “Firefox Download DAYS 2008″. Pertanyaannya, mengapa mereka menggunakan waktu Amerika? Ya, jelas sekali bahwa ini adalah cerminan dari arogansi Amerika, yang menganggap bahwa mereka adalah pusat dari dunia, tanpa memandang orang lain. Berkat kekecewaan ini, maka semalam adalah untuk terakhir kalinya saya ‘membantu’ Firefox untuk memecahkan rekor. Next time I won’t give a d*mn about Mozilla trying to break the world record.

Sebagian dari paragraf di atas sudah saya ketik sejak semalam, sambil menunggu website-nya yang sangat lemot itu. Saat itu, setelah saya selesai mengetik paragraf di atas dan bingung mau mencaci maki Mozilla seperti apa lagi, saya iseng-iseng me-refresh halaman http://www.mozilla.com/en-US/firefox/ dan tebak apa yang terjadi? TADA!!! Loading jalaman situs sudah lumayan cepat, dan button pada halaman tersebut sudah berubah menjadi “3.0 for Windows”.
Kok baru berubah jadi versi 3?

Kecerobohan yang sangat besar dari pihak Mozilla, ternyata mereka hanya ingat untuk mengubah tampilan situs, tanpa mengubah isi download-nya, saking nafsu dan berkonsentrasi pada World Record. What more can I say? They are so full of themselves that they forgot to do the most important thing.

Akhirnya saya memutuskan untuk tetap men-download versi 3 ini juga, sekali lagi karena sudah terlanjur janji, jangan-jangan download yang sebelumnya tidak dihitung karena versinya berbeda.
Firefox 3 open/save dialog box

Dan, download speed juga sudah meningkat jauh. Pada screenshot terlihat bahwa download speed saat itu adalah sekitar 47 KBps. Bandwidth limit untuk koneksi Internet yang saya gunakan sekitar 50 KBps, jadi saya tidak tahu pasti apakah 47 KBps ini sudah kemampuan maksimum server Mozilla, atau dikarenakan oleh limit dari koneksi saya sendiri.
Firefox 3 download speed

File installer yang saya download ini benar-benar berbeda dengan sebelumnya (Firefox 2.0.0.14) karena ukurannya saja sudah berbeda jauh (installer Firefox 2.0.0.14 berukuran 5.75 MB sedangkan installer Firefox 3 berukuran 7.14 MB).
Firefox 3 installer info

Info tambahan, walaupun pihak Mozilla mengatakan telah memperbaiki sistem manajemen memori pada Firefox 3, namun kenyataannya Firefox 3 tetap boros memori, terutama untuk tabbed browsing yang sangat banyak, contohnya yang saya capture malam tadi (saya sangat menggemari tabbed browsing, bisa membuka puluhan tab dalam satu window):
Firefox 3 Memory Usage
Firefox 3 menggunakan memori hingga lebih dari 250MB. Pada saat itu saya sedang membuka kurang lebih 30 tab dengan kebanyakan situs yang dibuka adalah Flickr, Spread Firefox, dan Kaskus.

Fitur yang ditambahkan pada Firefox 3 yang paling saya sukai adalah kemampuan untuk ngubek-ngubek history dan bookmark saat kita mengetikkan kata apapun pada location bar, dengan kata lain jika saya pernah membuka halaman http://www.binus.ac.id/ dan saya lupa link-nya, saya tidak perlu lagi mencari-cari di history, karena cukup dengan mengetikkan title yang ada pada situs itu, baik itu “BINUS”, “UNIVERSITY”, maupun kedua-duanya maka history itu akan muncul otomatis di bawah location bar. Hal yang sama juga terjadi jika Anda telah mem-bookmark suatu website. Fitur inilah yang paling membuat saya betah menggunakan Firefox 3.

Benarkah Kita Butuh Minum 8 Gelas Per Hari?

Berikut ini adalah artikel yang banyak beredar di forum-forum, milis, maupun e-mail:

Kekentalan Darah Dalam Tubuh, Mengapa Terjadi….???

Satu pertanyaan yang kerap muncul “Mengapa harus minum air putih banyak-banyak..?”
Well, sebenarnya jawabannya cukup “mengerikan” , berikut penjelasannya.

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.

Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :

OTAK DAN DARAH…!!!

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,
Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.

Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari…?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…?
Dengan jalan “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak…?

Belum sampai segitunya (wihh…bayangkan otak kering gimana jadinya…), melainkan dari sumber terdekat : Darah!!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental.
Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah)
Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah.
Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah, bahkan lebih..

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘ kan…?

Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi “encer”, dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen,

Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.. (ya wajarlah namanya juga kurang makan…)

Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental…),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang

Sekarang tinggal anda pilih: melakukan “investasi” dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- “membayar bunga” lewat sakit ginjal atau stroke.

Anda yang pilih…

Walaupun artikel ini sudah beredar sejak bertahun-tahun yang lalu, namun beberapa minggu belakangan ini kembali menjadi trend di kalangan netters. Seperti biasa, ada satu (atau mungkin lebih tepatnya BANYAK) orang yang terlambat mendapatkan informasi, atau baru saja ‘melek internet’, menjadi heboh dengan keberadaan artikel semacam ini dan mem-forwardnya ke banyak orang lain, dan kemudian orang2 lain itu meneruskannya lagi, dst sehingga kembali beredar di internet walaupun seringkali berita seperti ini sudah ‘basi’ dan terbukti merupakan KESALAHAN PERSEPSI.

Sekarang mari kita bahas mengenai isi dari artikel tersebut.

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,
Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Fakta awal saja agak berbeda dengan yang saya peroleh dari Internet. Memang banyak angka/data yang disajikan di berbagai website, namun saya mengambil dari website yang menurut saya cukup ilmiah dan dapat dipercaya:

Jadi tubuh manusia itu cuma 65%-nya terdiri atas air, bukan 80%. Memang dekat untuk ukuran anak-anak, yaitu 75%. Namun hal ini akan menjadi penting di bahasan selanjutnya di bawah ini.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.

Menurut Snopes.com, ini adalah pernyataan yang salah. Snopes menyertakan berbagai fakta dan kutipan artikel mengenai delapan-gelas-per-hari ini untuk membuktikan bahwa asumsi itu adalah salah. Banyaknya air yang harus masuk ke tubuh manusia tergantung dari aktivitas manusia itu sendiri. Jangan menyamaratakan kebutuhan air antara orang yang berolahraga seharian dengan orang yang tidur seharian. Apalagi untuk anak kecil. Jika dipukul rata 8 gelas per hari, maka persentase pemasukan air ke dalam tubuh akan menjadi lebih besar pada anak-anak. Sama saja dengan menyuruh anak Anda yang masih balita (yang seharusnya masih makan sereal bayi) untuk makan masakan Padang, apakah itu dapat dikatakan sehat?

Meminum terlalu banyak air (apalagi dalam waktu singkat) sudah terbukti berbahaya, bahkan sampai dapat merenggut nyawa dalam banyak kasus. Tidak percaya? Silakan baca kasus dan ulasannya di sini, di sini, dan di sini. Memaksakan ginjal Anda untuk menyaring sebegitu banyaknya air, padahal tidak dibutuhkan oleh tubuh dan di luar kapasitas ginjal, sama saja dengan memaksakan filter air Anda untuk menyaring lebih banyak air di luar kapasitas maksimumnya (Dan apa hasilnya? Filter air Anda akan JEBOL bukan?).

Berikut saya quote artikel dari Dr. Ben Kim yang telah saya berikan link-nya sebelumnya, karena saya merasa ini adalah inti penting dari keseluruhan isi posting ini.

  1. Ingesting more water than you need can increase your total blood volume. And since your blood volume exists within a closed system – your blood circulatory system – needlessly increasing your blood volume on a regular basis puts unnecessary burden on your heart and blood vessels.
  2. Your kidneys must work overtime to filter excess water out of your blood circulatory system. Your kidneys are not the equivalent of a pair of plumbing pipes whereby the more water you flush through your kidneys, the cleaner they become; rather, the filtration system that exists in your kidneys is composed in part by a series of specialized capillary beds called glomeruli. Your glomeruli can get damaged by unnecessary wear and tear over time, and drowning your system with large amounts of water is one of many potential causes of said damage.

Jadi, untuk menjaga tubuh dari kekurangan air, sebaiknya segera minum air pada saat merasa haus (jangan terlalu lama menahan rasa haus), dan JANGAN memaksakan diri untuk minum air jika memang tidak haus, bukan dengan cara memberi target harian sekian liter yang belum tentu dibutuhkan oleh tubuh. Dengan demikian tubuh tidak akan kekurangan air, namun juga tidak dipaksa untuk mengolah terlalu banyak air.