Hmm, udah lama nggak nge-blog pake bahasa Indo. Mari kita berbahasa Indonesia hari ini. Maaf atas ulasan artikel J-Vo dan Jakarta Fair yang sangat terlambat akibat kesibukan keseharian saya belakangan ini ^^
Tanggal 6-8 Juli 2007 lalu di Function Hall 3A – WTC Mangga Dua ada festival kebudayaan Jepang, gw pergi cuma tanggal 6 dan 8 aja karena hari Sabtu…. males. Hehehe. Festival ini diselenggarakan oleh Nippon Club Universitas Bina Nusantara dengan nama Japan Evolution, disingkat J-Vo, yang memperlihatkan evolusi Jepang dari waktu ke waktu selama 3 hari (mulai dari tradisional sampai yang modern). Diadain tanggal segitu mungkin supaya deket dengan festival Tanabata yah, yang di Jepang aslinya diadain tanggal 7 Juli atau 7 Agustus (tergantung kalendernya; Gregorian atau Jepang). Baca lebih jauh tentang Tanabata di sini.
Karena festival ini Tanabata, maka ada pohon bambu di mana kita bisa menggantungkan tanzaku (kertas kecil yang berisi harapan2, permintaan2, dsb), ada Miss Tanabata juga lho (sayangnya gw ga lihat, karena itu adanya hari Jumat siang, hari Jumat itu gw baru sampe WTC sekitar jam 6 sore). By the way, seharusnya (kalo menurut tradisi aslinya) setelah festival itu nanti pohon bambu beserta dekorasi2nya itu dibakar atau dialirkan di sungai; ga tau yah kalo Nippon Club diapain itu? Dan waktu itu gw sempet baca cukup banyak wishlist, rata-rata isinya mirip2:
a. ingin cepet lulus (kuliah, ujian, dsb) dan cepet dapet kerja,
b. ingin diterima/jadian dgn ce/co yg ditaksir,
c. ingin kaya (materiil).
Jadi gambaran mengenai desire manusia saat ini kurang lebih masih sama dengan yang telah umum diketahui: harta, tahta, dan wanita.
Mengenai acara hari Jumat dan deskripsi beberapa stand dan pameran yang ada di J-Vo, silakan baca di blog-nya Yudhi aja di sini. Gw juga nggak mengulas banyak acara di J-Vo karena berbagai alasan, misalnya pertunjukan yoyo, karena pertunjukan yoyo kan nggak seru kalau cuma dilihat dari foto. Karena itu saya serahkan ulasannya pada mereka-mereka yang saat itu membawa handycam dan upload bandwidthnya gede saja ya hehehe.
Sebenarnya secara overall acaranya sudah bagus, hanya saja banyak hal-hal kecil (detail) yang sering terlupakan, terutama terlihat saat cosplay party. Pemanggilan terhadap cosplayer sepertinya hanya dilakukan oleh MC, itupun MC-nya hanya memanggil cosplayer yang sudah harus naik ke panggung tanpa mengumumkan cosplayer yang harus bersiap-siap, sehingga banyak cosplayer yang tidak bisa naik ke atas panggung (wajar, karena saat itu satu nomor/kelompok saja bisa terdiri sampai 30 orang sedangkan tempat di samping panggung sangat terbatas, pintu untuk ke backstage juga kecil). Selain itu banyak cosplayer yang meminta agar lagu atau instrumen tertentu disiapkan sebelumnya, namun ternyata tidak ada. Sampai-sampai ada beberapa cosplayer yang harus menunggu di atas panggung bermenit-menit sementara lagu/instrumen itu dicarikan. Hal ini juga terjadi pada pertunjukan cabaret, entah ada bagian rekaman yang hilang, pemain yang tidak siap, atau bagaimana? Juga keberadaan beberapa mic-stand di tengah-tengah panggung yang mengganggu dan baru dipindahkan setelah cosplay party sudah setengah jalan. Jadinya sebagian hasil jepretan/rekaman milik audience tertutup oleh mikrofon deh.
Berikut ini adalah beberapa foto hasil jepretan saya (jangan protes dengan banyaknya bintik-bintik pada hasil jepretan… itu diakibatkan oleh gw yg pernah membongkar badan kamera krn suatu hal dan lupa membersihkan lensanya kembali). Semua foto di-resize dan/atau di-crop menjadi 640×480 demi menyelamatkan bandwidth dan quota gw yang sangat fakir ini.
Harajuku dancer. Ini adalah foto pertama yg gw ambil tanggal 8 Juli 2007. Pelajaran dalam memotret: hindari memotret saat fogger sedang bekerja… apalagi memakai blitz. Ada yang versi bagusnya sih (setelah fog hilang), tapi gw males uploadnya hehehe.
Menurut gw, ini cosplay original terbaik. Terutama costume yg dipakai oleh pemain kedua dari kiri (yang pakai nomor), cool.
Simple. Dan ceweknya cakep (my type) hehehe.
Non… itu ati-ati sayapnya jatuh… tapi ini sayap terbagus sepanjang cosplay party lho.. terlihat dinamis. Cosplayer yang lain kebanyakan sayapnya dari styrofoam jadi terlalu kaku.
Kenapa yah cosplayer yang satu ini mengingatkan gw pada Aming? Is it just me?
Cosplayer paling kocak sepanjang cosplay party. Thanks to MC nya yang lucu juga sih. Bahkan temen gw si FS yang orangnya superserius itu bisa sampai terkekeh2 berkali-kali.. baru kali ini ngeliat dia bisa seperti itu. Yokatta.
Hmmmmm, Mamoru Chiba sepertinya udah agak funky sekarang, rambutnya disemir jadi blonde. Usagi… no offense but I think you need to lose a few pounds.
Wah, yang ini mirip banget sama Kakashi!!! Salute!! Cosplayer yang satu ini udah standby di sekitar arena J-Vo dari awal2 sebelum cosplay party dimulai lho. Ada beberapa cewek yg sempet minta foto bareng dia pula. Kalo gw sempet vote waktu itu, gw pilih dia deh.
Sejujurnya gw ga tau ini dari anime/film apa? Anyone have a clue? Yang jelas group ini terdiri dari (kalo ga salah) 30 orang. Niat banget yah? Mungkin di Binus mereka berasal dari satu kelas yang sama. Untunglah panggungnya nggak ambruk.
Keluar dari TV… hmmm… pasti Anda sudah tau dong ini apa
Sebenarnya, selain keputusan juri, audience juga diperbolehkan untuk “memberi suara”, siapa yang berhak menjadi pemenang cosplay party ini, namun sepertinya panitia kurang mengantisipasi kenyataan bahwa audience lebih tertarik untuk menyaksikan acara di panggung daripada mengisi voting. Apalagi waktu untuk memberi suara hanya beberapa belas menit setelah cosplay party akibat salah timing dan berbagai kesalahan teknis. Apalagi stand untuk pemberian dukungan itu jauh di belakang, jadi banyak yang memilih untuk tidak beranjak dari tempatnya berdiri (termasuk gw). Menurut gw seharusnya selama voting dilakukan tidak ada pentas di panggung, setidaknya selama kurang lebih 1 jam, jadi banyak yang tertarik untuk mendukung cosplayer favoritnya.
Nah yang ini udah bukan cosplay lagi. Ini pertunjukan cabaret. Gw paling demen sama yg di tengah. Cocok jadi artis tuh kayaknya.
Ini juga cabaret… ahhhh tolong ada adegan vulgarrrrr!!! *SENSOR*
Foto ini diambil sesaat sebelum keluar dari arena J-Vo. Gw motretnya dari deket stand takoyaki. Rame kan.
Salah satu pintu keluar-masuk J-Vo. Ini juga gambar terakhir yang gw abadikan sebelum pulang. Hiks.. jadi sedih. Bye-bye J-Vo. Nippon Club, I’m waiting for your next event. I’ll come again. Zettai ni.
December 23, 2007 at 5:12 pm
yang 30 orang iku,,,,,
itu Kingdom Hearts, gamenya Square-Enix ama Disney,,,
tapi kok ada satu karakter Final fantasy VII yang nongol juga di grup iku yo??
February 6, 2008 at 8:41 pm
salam kenal dan salam satu jiwa ya…………?
kami dari anak club oblo tulungagung
terimakasih banyak……
March 25, 2008 at 11:00 am
@Violalulu:
Thanks atas infonya… hehehe…
@oblo:
Yah walaupun saya sendiri bukan dari Nippon Club, hanya penggemar kebudayaan Jepang secara umum, tapi salam kenal juga deh…
August 3, 2008 at 3:09 pm
hu,,hu,,hu,,hu hiks10,000,000
gw telat ke acara J-VO
January 20, 2009 at 7:58 am
bisa diliat aksi-aksi cosplayer di j-vo :